Yuni Oktaviani (F1D016088)
Menurut Safrian Aswati Rapid Application Development
merupakan sebuah proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang
menekankan pada siklus perkembangan dalam waktu yang singkat. Metode RAD juga menggunakan
metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model
(model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan
menetapkan kebutuhan (requirement) pengguna dan selanjutnya disingkirkan.
Dalam pengembangan sistem informasi
normal, memerlukan waktu minimal 180 hari, namun dengan menggunakan metode RAD,
sistem dapat diselesaikan dalam waktu 30-90 hari.
1. Rencana
Kebutuhan (Requirement Planning): User dan analyst melakukan pertemuan untuk mengidentifikasi
tujuan dari sistem dan kebutuhan informasi untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini
merupakan hal terpenting yaitu adanya keterlibatan dari kedua belah pihak.
2. Proses
Desain Sistem (Design System): Pada tahap ini keaktifan user yang terlibat
menentukan untuk mencapai tujuan karena pada proses ini melakukan proses desain
dan melakukan perbaikan-perbaikan apabila masih terdapat ketidaksesuaian desain
antara user dan analyst. Seorang user dapat langsung memberikan komentar
apabila terdapat ketidaksesuaian pada desain, merancang sistem dengan mengacu
pada dokumentasi kebutuhan user yang dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran
dari tahapan ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem
secara umum, struktur data dan yang lain. Pada tahap ini pula ditekankan proses pengulangan atau siklus seperti pada gambar diagram di atas.
3. Implementasi
(Implementation): Tahapan ini adalahan tahapan programmer yang mengembangkan
desain suatu program yang telah disetujui oleh user dan analyst. Sebelum diaplikasikan
pada suatu organisasi terlebih dahulu dilakukan proses pengujian terhadap
program tersebut apakah ada kesalahan atau tidak. Pada tahap ini user biasa
memberikan tanggapan akan sistem yang sudah dibuat serta mendapat persetujuan
mengenai sistem tersebut.
Beberapa
Keunggulan Model RAD :
1.
Setiap fungsi mayor dapat dimodulkan dalam waktu
tertentu kurang dari 3 bulan dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah
dan kemudian diintegrasikan sehinnga waktunya lebih efesien.
2.
RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti
umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada
(reusable object) sehingga pengembang pengembang tidak perlu membuat dari awal
lagi dan waktu lebih singkat .
Kelemahan Model
RAD :
1.
Proyek yang besar dan berskala, RAD memerlukan
sumer daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim yang baik.
2.
RAD menuntut pengembang dan pelanggan memiliki
komitmen dalam aktivitas rapid fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah
sistem dlam waktu yang singkat. Jika komitmen tersebut tidak ada maka proyek
RAD akan gagal.
Contoh aplikasi yang menggunakan metode pengembangan RAD:
1. Sistem e-commerce
2. Sistem e-masrketplace
3. dsb.
Gambar di bawah ini menggambarkan perbedaan dari metode
tradisonal yang lain dengan metode RAD. Untuk metode tradisonal mengacu berurutan sesuai tahap SDLC sedangkan pada RAD Tahap pertama langsung membuat analisis dan design, lalu langsung
ketahap siklus prototyping yaitu membangun, memperhalus dan mendemonstrasikannya. Pada RAD terdapat siklus yang berulang dalam mengembangkan sistem.
![]() |
perbedaan RAD dengan yang lain |
Kesimpulan
RAD adalah proses yang mempercepat
siklus pengembangan suatu aplikasi. RAD berhasil mungkin untuk mengembangkan
produk berkualitas lebih cepat, sehingga sumber daya berharga dapat dihemat.
Aplikasi cepat Pengembangan (RAD) dapat dianggap sebagai jenis teknik Agile
atau sebaliknya. Pendekatan ini sangat interaktif. RAD adalah sarana untuk
menghasilkan pengembangan perangkat lunak berkualitas tinggi. Perangkat lunak
ini lebih murah dan mahir juga menghabiskan lebih sedikit waktu. Sekarang
menjadi keharusan untuk memenuhi yang terbaru persyaratan industri perangkat
lunak.
Alasan yang
baik untuk menggunakan Metode RAD jika:
- Apabila menggunakan RAD untuk mendapatkan suatu
desain yang dapat diterima oleh konsumen dan dapat dikembangkan dengan
mudah.
- Apabila menggunakan RAD untuk memberikan
batasan-batasan pada suatu sistem supaya tidak mengalami perubahan.
- Apabila menggunakan RAD untuk menghemat waktu, dan kalau memungkinkan bisa menghemat biaya serta menghasilkan produk yang berkualitas.
Refrensi
[1] Aswati, Safrian dan Siagian, Yessica. 2016. “Model Rapid Application Development Dalam Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Rumah (Studi Kasus : Perum Perumnas Cabang Medan ”.
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia.
[2] Kosasi, Sandy. “Penerapan Rapid Application Development Dalam Sistem Perniagaan Elektronik Furniture”. Citec Journal, Vol. 2 No. 4, Agustus-Oktober 2015, ISSN 2460-4259.
[3] Rini, Arsia dan Fatmariani. 2017. “Penerapan Metode RAD Pada Sistem Pengajuan Pengambilan Data Penelitian Bankesbangpol Kota Palembang ”. Jurnal TI Atma Luhur Vol 4. No 1. September 2017[4] Rukmana, Arie dan Desiyani, Intan Desty. 2017. “Metodologi Dan Metode Rapid Application Development (Rad)”. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2019 secara online di url https://www.academia.edu
[2] Kosasi, Sandy. “Penerapan Rapid Application Development Dalam Sistem Perniagaan Elektronik Furniture”. Citec Journal, Vol. 2 No. 4, Agustus-Oktober 2015, ISSN 2460-4259.
[3] Rini, Arsia dan Fatmariani. 2017. “Penerapan Metode RAD Pada Sistem Pengajuan Pengambilan Data Penelitian Bankesbangpol Kota Palembang ”. Jurnal TI Atma Luhur Vol 4. No 1. September 2017[4] Rukmana, Arie dan Desiyani, Intan Desty. 2017. “Metodologi Dan Metode Rapid Application Development (Rad)”. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2019 secara online di url https://www.academia.edu
No comments:
Post a Comment